Minggu, 26 Agustus 2012

dewi ria: senyuman itu

dewi ria: senyuman itu: senyuman itu.... adakah senyuman itu untukku? adakah itu bahagia? adakah harapan atas senyum itu... senyuman itu... tak bisakah kau biarkan...

dewi ria: perjuangan

dewi ria: perjuangan: hidup adalah pengorbanan yang harus diperjuangkan... Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan adanya seorang Arab dusun...

dewi ria: senyuman itu

dewi ria: senyuman itu: senyuman itu.... adakah senyuman itu untukku? adakah itu bahagia? adakah harapan atas senyum itu... senyuman itu... tak bisakah kau biarkan...

dewi ria: perjuangan

dewi ria: perjuangan: hidup adalah pengorbanan yang harus diperjuangkan... Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan adanya seorang Arab dusun...

dewi ria: ungkapan hati

dewi ria: ungkapan hati: Bismillahirrohmanirrohim Hahay matahari Entah rasa apa yang kumiliki atas dirimu saat ini. Aku punya rasa ini sejak bertandang ke rumahm...

dewi ria: mimpi sang matahari 2

dewi ria: mimpi sang matahari 2: “ Wik! Tar pulang bareng ya?” kata Andre yang terburu-buru masuk kelas. “Eh !” Dewi pun kaget Dewi pun resah. Apa yang terjadi tadi. Beneran...

Engkau mawar putihku

 
Anakku sayang………..
Ibu ingin kau tersenyum selalu karena ilmu yang kau rengkuh selalu kau amalkan
Menangislah ketika kau berkeluh kesah pada Dia Yang Maha Indah
Ceriakan hari-harimu dalam perjuanganmu, Nak

Ibu hanya bisa memberi seteguk saja
Teguklah air di lautan sana hingga hausmu musnah, Nak
Tapi ingatlah kesombongan dan kesempurnaan hanya milik Alloh
Jernihkanlah selalu air yang kau teguk

Ijinkan ibu memberi setangkai mawar putih untukmu, Nak
Hanya itu yang ibu punya dan harapan ibu ada tersimpan di mawar putih
Yang indah di pandang akan tetapi susah di sentuh
Karena keindahannya menundukkan setiap hati yang suci

Karena anakku, mawar putihku
Engkau mawar putihku
Engkau mawar putihku

Sabtu, 04 Februari 2012

Ogtoku



Awan pun tak kuasa menahan tangis
Gelisah hati ketika irama langit menggonggong
Kau pun tak kunjung kembali

Menanti kumenanti
Kau tak terlihat sampai jauh mata kumemandang
Ketika kutengadahkan mata ke hamparan tak berujung
Hanya air menerpa wajah tak mengertiku

Hati tak kunjung tenang
Kau di sana bersama bintang
Dan aku di sini mengharap kau datang
Tapi tak ada lagi raga mengiringimu

Aku tak mengerti tak pula memahami
Apa yang terjadi apa yang ada
Hari hujan kau melambai dengan baju hitam
Dan hampa yang kurasa di hati