ULLEN SENTALU
Pernahkah mendengar atau berkunjung ke museum ullen sentalu? Pasti sebagian besar sudah pernah ke sana. Saya beberapa bulan yang lalu berkunjung ke sana dan banyak sejarah budaya jawa. Kata yang terlintas adalah "mata termanjakan pada lukisan dan benda bersejarah dengan penataan dan pencahayaan yang indah".
Ketika masuk di ruang pembelian tiket, saya melihat patung tanpa kepala. Dan ketika masuk saya beserta rombongan diberikan aturan yang ada di musium di antaranya tidak boleh memfoto atau merekam yang ada di dalam museum. Kemudian kita dijelaskan tentang kepanjangan dari Ullen Sentalu yaitu ulating blencong sejatining tataraning lumaku di mana saat dijelaskan di situ ada lampu blencong (senthir). Arti dari kepanjangannya yang intinya kita hidup di dunia ini dengan diterangi cahaya (nyala lampu blenco). Maaf jika tidak sesuai karena embaknya menjelaskannya cepat sekali.
Kemudian kita disuguhi dengan berbagai macam budaya jawa (biar pada penasaran, pokoknya benar-benar bagus).
Kemudian sampailah di suatu tempat peristirahatan setelah berjalan di dalam musium yang lumayan buat capek dan disuguhi minuman 'awet muda' racikan .... (lupa, kalau tidak salah Gusti Nurul). Kemudian lanjut ke ruang selanjutnya dan berakhir di mana kita bisa berfoto bebas yaitu di sebuah tempat di mana ada bagian dari candi yang dipasang agak miring yang menandakan kondisi saat ini yang memang tidak adanya keseimbangan. Kemudian kita keluar dan disediakan resto dengan menu yang menggoyang lidah.
Ini beberapa foto yang masih tersimpan.

